Translate

Jumat, 29 Agustus 2014

Cerita Cerpen Fabel (sang ular yang kehilangan induknya, SMPN 1 SINGAPARNA)


Sang ular yang kehilangan induknya

Karya: Arif Ridwan S

 
Diceritakan pada suatu hari disebuah hutan pinggir sungai, ada seekor kijang dan burung yang selalu hidup berdampingan layakna dua sahabat. Mereka sudah cukup lama saling mengenali. Ketika sang kijang berjalan-jalan sendiri, tanpa disadarinya ia telah menyusuri sebuah hutan belantara.

Ditengah - tengah perjalanan, ia baru menyadari bahwa dirinya telah memasuki hutan yang tidak ada penghuninya. Ia melihat ada gubuk tua yang kumuh dan terlihat pernah dihuni oleh hewan lainya. Ternyata setelah memasuki gubuk tersebut, ia melihat ada seekor anak ular yang sedang menangis. Dan segera menghampirinya.
 Ia bertanya “hei, nak. Kamu kenapa??” Sang ular menjawab “aku ditinggal pergi sama ibu, entah kenapa sejak 3 minggu yang lalu sampai saat ini dia belum kembali juga”. Sang kijang berkata “sudahlah, mendingan kamu ikut aku saja” mendengar ajakan sang kijang, sang ular menjawab “baiklah, aku akan ikut bersama kamu” begitulah kata sang ular. Kemudian mereka langsung pergi meninggalkan hutan tersebut menuju pinggir sungai.
Pada saat sang kijang pergi, burung yang menjadi sahabatnya itu teringat bahwa dari pagi sampai hari menjelang sore belum menemui sahabatnya. Setelah teringat ia langsung bergegas mencari sangkijang. Ia pergi kehutan untuk mencarinya. Ditengah - tengah perjalanan, ia berhenti sejenak.

          Ketika sang kijang dan anak ular menuju perjalanan kepinggir sungai, untunglah sang kijang melihat sahabatnya itu sedang bersandar di bawah pohon berdaun lebat dan ia langgung menghampirinya.
Ia bertanya “burung… sedang apa kamu disini ?” “aku sedang mencarimu, kijang. Karena dari pagi sampai sore aku tidak melihatmu” begitulah kata sang burung. Sang kijang pun langsung mengenalkan anak ular yang kehilangan induknya itu kepada sang burung, untuk diajak pergi bersamanya. Sang burung menyetujuinya. Dan mereka semua langsung pergi bergegas menuju pinggir sungai dekat hutan tersebut.

          Akhirnya setelah cukup lama sang kijang, burung dan anak ular tersebut sampai di pinggir sungai. Mereka semuapun hidup berdampingan dan berjanji akan selalu bersama – sama untuk  selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar